Kesehatan Masyarakat. Dari namanya, orang-orang langsung
menangkap bahwa jurusan Kesehatan Masyarakat merupakan jurusan yang mempelajari
tentang ilmu kesehatan pada masyarakat sehari-hari. Ketika saya memberitahu
saudara dan tetangga saya dirumah bahwa saya lolos seleksi SBMPTN jurusan
Kesehatan Masyarakat Universitas Jendral Soedirman, mereka lalu bertanya.
Apasih Kesehatan Masyarakat itu?
Awalnya, saya tidak pernah berfikir untuk masuk ke jurusan
Kesehatan Masyarakat. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan memasukan
jurusan Kesehatan Masyarakat pada pilihan prodi SBMPTN saya. Saya hanya
mendengar seputar jurusan ini dari teman-teman di SMA saat kami mulai
mempersiapkan diri untuk memilih universitas dan jurusan pada SNMPTN.
Sejak kecil saya memang ingin menjadi dokter spesialis
kandungan. Setelah SMA, saya menyadari bahwa untuk masuk ke jurusan kedokteran
memang berat dalam belajar maupun persaingannya. Lalu, saya tertarik dengan
dunia bisnis dan memasukkan jurusan Agribisnis pada pilihan SNMPTN saya. Namun,
saya tidak lolos seleksi tersebut.
Pada pilihan SBMPTN, saya memasukkan jurusan Agibisnis di 3
universitas berbeda dengan Unsoed pada pilihan kedua. Saat itu saya berfikir,
mengapa saya tidak mencoba memilih jurusan lain? Di website Unsoed, saya
melihat ada jurusan Kesehatan Masyarakat
dan saat itu juga, saya langsung mengubah pilihan kedua saya menjadi jurusan
Kesehatan Masyarakat di Universitas Jendral Soedirman.
Kesehatan masyarakat adalah suatu bidang ilmu kesehatan yang
mempelajari tentang cara memberdayakan masyarakat agar mereka mampu memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan tempat tinggal mereka. Dari
pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa Kesehatan Mayarakat merupakan ilmu
yang multidisiplin. Mulai dari pencegahan penyakit (preventif), meningkatkan
kesehatan (promotif), terapi, maupun pemulihan secara fisik mental dan sosial.
Saat mencari tahu lebih banyak lagi tentang ilmu tersebut,
saya makin tertarik untuk mencoba mempelajarinya. Hal utama yang plaing menarik
hati saya adalah kegiatan terjun ke masyarakat. Bagaimana caranya kita sebagai
agen preventif nantinya mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat suatu
daerah.
Saya memiliki pengalaman kehilangan orangtua karena penyakit
yang tidak cepat tanggap ditindaklanjuti ciri-cirinya. Saya berfikir bahwa, ada
hal yang membuat jumlah kematian akibat
penyakit tertentu sulit untuk ditekan jumlahnya. Yaitu, kurangnya pengetahuan
dan kepedulian masyarakat akan kesehatan dan kebersihan. Dengan ini, ilmu
kesehatan masyarakatlah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Oleh
karena itu, saya ingin menjadi bagian dari penyalur ilmu kesehatan masyarakat
tersebut.
Selain itu, saya juga bercita-cita ingin bekerja di salah satu badan United Nations, yaitu World Health Organisation. Bagi saya,
merupakan suatu kebanggaan tersendiri apabila saya bisa membantu meningkatkan
kualitas hidup masyarakat dunia, baik dalam segi fisik maupun mental. Ada rasa
puas tersendiri apabila saya bisa melihat mereka hidup sejahtera dan tersenyum
pada saya. Tidak hanya tentang kesehatan manusia, tetapi saya juga ingin
berkontribusi dalam penanganan issue lainnya, yaitu human right dan lingkungan hidup, dengan organisasi dunia lainnya
seperti Unicef dan WWF.
Seluruh pemikiran itu akhirnya menguatkan tekad saya untuk
melanjutkan pendidikan di jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jendral
Soedirman. Disini, saya akan mencoba belajar lebih dalam lagi dan berkontribusi
nyata untuk membantu masyarakat sekitar. Tentunya, akan banyak pengalaman yang
akan saya alami kedepannya. Untuk itu saya harus bersiap diri, agar cita-cita
saya yang telah saya impikan tidak hanya menjadi angan-angan semata. Dengan
berkegiatan aktif ditunjang dengan kemampuan dan kemauan saya, dalam
mewujudkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar